
KEDIRI – Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Institut Agama Islam Faqih Asy’ari (IAIFA) Kediri sukses menyelenggarakan Seminar Internasional pada Sabtu, 11 Juli 2026. Acara berskala global ini mengusung tema “Dinamika Penerjemahan Al-Qur’an Indonesia dan Malaysia” dan bertempat di Auditorium IAIFA Putri.
Seminar ini menghadirkan dua pakar lintas negara sebagai pemateri utama. Narasumber pertama adalah Prof. Madya Dr. Mohd Zohdi bin Mohd Amin dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Sementara narasumber kedua adalah Dr. Asyhari Masduki, S.HI., M.A., pakar tafsir sekaligus akademisi dari IAI Faqih Asy’ari Kediri.
Dalam paparannya, Prof. Madya Dr. Mohd Zohdi mengupas tuntas sejarah, karakteristik, serta regulasi ketat penerjemahan Al-Qur’an yang berlaku di Malaysia. Beliau menekankan pentingnya menjaga otentisitas makna di tengah perkembangan bahasa modern.
Di sisi lain, Dr. Asyhari Masduki melengkapi khazanah tersebut dengan membedah konseptualisasi dan dinamika penerjemahan Al-Qur’an di Indonesia. Mulai dari era kodifikasi awal hingga adaptasi digital yang masif di tanah air saat ini.
Acara yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh jajaran rektorat, dosen, serta ratusan mahasiswa prodi IAT. Diskusi berlangsung hangat saat memasuki sesi tanya jawab, mencerminkan tingginya antusiasme peserta dalam mengkaji dialektika tafsir dan terjemah di Asia Tenggara.

Melalui seminar internasional ini, Prodi IAT IAIFA Kediri terus berkomitmen memperluas jaringan akademik global. Sekaligus membekali mahasiswa dengan wawasan internasional yang mendalam di bidang studi Al-Qur’an. Latansa
Let’s Join Us!









Leave a Reply